Cara Membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik dan Syarat-syaratnya - Infokubagus

Prosedur Cara Membuat Kartu Tanda Penduduk elektronik - Sebagai warga negara indonesia yang baik tentu anda harus memiliki Kartu Tanda Penduduk atau yang sering disebut KTP. Sebelumnya KTP yang anda miliki adalah manual, namun dengan berkembangnya zaman maka diluncurkanlah KTP Online atau Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP).

Pengertian Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP)

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP) adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi. Program e-KTP diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011 dimana pelaksanannya terbagi dalam dua tahap.

Tahap pertama dimulai pada tahun 2011 dan berakhir pada 30 April 2012 yang mencakup 67 juta penduduk di 2348 kecamatan dan 197 kabupaten/kota. Sedangkan tahap kedua mencakup 105 juta penduduk yang tersebar di 300 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Secara keseluruhan, pada akhir 2012, ditargetkan setidaknya 172 juta penduduk sudah memiliki e-KTP.


Secara sederhana, e-KTP berasal dari kata electronic-KTP, atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau sering disingkat e-KTP. Lebih rincinya, menurut situs resmi e-KTP, KTP elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan/pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada basis data kependudukan nasional.

Latar belakang diluncurkanya Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP)

Program e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional/nasional di Indonesia yang memberi peluang bagi seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini dikarenakan belum adanya basis data atau data base terpadu yang menyimpan data penduduk dari seluruh Indonesia. 

Hal tersebut memberi peluang bagi penduduk yang berbuat curang dalam hal-hal tertentu dengan manggandakan KTP-nya. Misalnya digunakan untuk:
  • Menghindari pajak
  • Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat diseluruh kota
  • Mengamankan korupsi atau kejahatan/kriminalitas lainnya
  • Menyembunyikan identitas (seperti teroris)
  • Memalsukan dan menggandakan ktp
Oleh karena itu, didasarkan oleh pelaksanaan pemerintahan elektronik (e-Government) serta untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menerapkan suatu sistem informasi kependudukan yang berbasiskan teknologi yaitu Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

Dasar hukum Penerbitan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP)

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, dijelaskan bahwa:

"penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup".

Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya.

Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan, yang berbunyi:

KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri penduduk

Rekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan

Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam basis data kependudukan

Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan pada saat pengajuan permohonan KTP berbasis NIK, dengan ketentuan : Untuk WNI, dilakukan di kecamatan; dan untuk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap dilakukan di instansi pelaksana

Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan;

Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perekaman sidik jari diatur oleh Peraturan Menteri

Fungsi e-KTP

  1. Sebagai identitas jati diri
  2. Berlaku nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya
  3. Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP
  4. Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan

Keunggulan dan kelemahan e-KTP

Keunggulan e-KTP

Berdasarkan pernyataan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di situs remi e-KTP, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang diterapkan di Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. e-KTP di Indonesia lebih komprehensif.

Di RRC, Kartu identitas elektronik (e-IC) nya tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-IC hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (Unique Identification Data), sedangkan di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan).

UID diterbitkan melalui pendaftaran pada 68 titik pelayanan, sedangkan program e-KTP di Indonesia dilaksanakan di lebih dari 6.214 kecamatan. Dengan demikian, e-KTP yang diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena e-KTP dilengkapi dengan biometrik dan chip.

Keunggulan e-KTP dibandingkan dengan KTP biasa/KTP nasional adalah :

  • Identitas jati diri tunggal
  • Tidak dapat dipalsukan
  • Tidak dapat digandakan
  • Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam Pemilu atau Pilkada (E-voting)
  • Selain itu, sidik jari yang direkam dari setiap wajib e-KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan.

Kelemahan e-KTP

Dalam pelaksanaannya, penggunaan e-KTP terbukti masih memiliki kelemahan. Misalnya tidak tampilnya tanda tangan sipemilik di permukaan KTP. Tidak tampilnya tanda tangan di dalam e-KTP tersebut telah menimbulkan kasus tersendiri bagi sebagian orang. Misalnya ketika melakukan transaksi dengan lembaga perbankan, e-KTP tidak di akui karena tidak adanya tampilan tanda tangan.

Ada beberapa kasus pemegang e-KTP tidak bisa bertransaksi dengan pihak bank karena tidak adanya tanda tangan. Tanda tangan yang tercetak dalam chip itu tidak bisa dibaca bank karena tak punya alat (card reader). Akhirnya pihak pemegang e-KTP terpaksa harus meminta rekomendasi dari Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk meyakinkan bank.

Mantan Mendagri Gamawan Fauzi telah menyampaikan melalui surat edaran resmi nomor: No. 471.13/1826/SJ bahwa e-KTP tidak diperkenankan difotokopi untuk menghindari kesalahan fatal terkait pembacaan menggunakan card reader. Namun Belakangan telah diralat.

Syarat dan prosedur pengurusan e-KTP

Syarat

  • Berusia 17 tahun atau lebih
  • Foto kopi Kartu Keluarga (KK)

Prosedur pengurusan e-KTP

  1. Datang ke Kantor Kecamatan dengan membawa persyaratan yang sudah saya sebutkan
  2. Sebutkan saja bahwa anda ingin melakukan rekaman pembuatan e-KTP
  3. Setelah itu anda akan dipandu oleh petugas yang berwenang melkukan perekaman mulai dari photo,sidik jari, tanda tangan, dll.
  4. Setelah selesai melakukan perekaman data, tunggu sejenak untuk mendapatkan surat rekomendasi dari kecamatan. Setelah diterima sebenarnya ini gratis tidak dipungut biaya apapun, akan tetapi biasanya anda diminta untuk memberi seikhlasnya.
  5. Tunggu 2 - 3 Jam lalu silahkan ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Kabupaten tempat anda berdomisili. (Saran saya lebih baik menunggu keesokan hari) 
  6. Setelah sampai di Disdukcapil serahkan surat rekomendasi dari kecamatan dan anda disuruh menunggu + 30 Menit untuk pencetakan e-KTP ( Menurut pengalaman saya tidak sampai 30 menit KTP sudah jadi.
  7. Anda akan dipanggil untuk pengambilan KTP kembali lagi sebenarnya ini gratis namun anda akan diminta untuk memberi mereka uang seikhlasnya.
  8. Selesai dan anda sudah memiliki e-KTP